Yang terpenting itu adalah eksistensi anda sebagai individu di dunia maya. Apa yang ingin anda bangun, apa yang ingin anda capai dan anggapan apa yang anda inginkan, dari pengguna internet yang mendatangi blog anda.
Jelas, kalau dari sudut pandang webmaster, pandangan saya yang mengatakan link itu tidak penting, pastilah mengalami penolakan keras. Memang, bahwasanya link itu penting untuk memperkuat posisi web/blog kita dimata mesin pencari.
Makanya tidak heran, jika banyak orang berburu link, jualan link dan sebagainya. Tujuannya jelas, merebut posisi bergengsi dimata mesin pencari.
Namun sekali lagi, dari sudut pandang yang berbeda.
Saya menganggap link itu tidak penting! Yang terpenting itu manusianya, individunya, pelakunya, alias siapa pelopor dibalik link itu.
Beberapa hari lalu, saya memasang link salah satu pengunjung setia blog FM ini. Udin Hamd. Responnya sangat antusias, gembira dan berapi-api. Apa sebab saya memasangnya? Padahal mas Udin ini tidak meminta secara terang-terangan, tapi mengharap iya. Dari usia blognya juga belum genap setahun.
Jujur saja, saya merasa senang melihat responnya yang seperti itu. Justru dari situlah saya mendapatkan ide menulis ini. Bahwa sebenarnya jika kita dengan tenang melakukan blogging. Rajin menulis, blogwalking dan merspon komentar dengan baik. Saya yakin citra diri kita dimata “pengamat”, bisa bagus. Pengamat disini bisa siapa saja.
Artinya, jika kita sudah mendapatkan “pencitraan alamiah” maka dengan sendirinya, orang lain akan dengan senang hati memasang link milik kita. Tanpa tedeng alin-aling ikhlas memajang link kita dib logroll kesayangannya.
Jika anda sudah menyadari hal seperti itu. Maka saya yakin motivasi anda untuk menyebarkan link seluas-luasnya akan redup dan tergantikan dengan upaya keras untuk membenahi diri sendiri, meningkatkan pemahaman blogging, mematuhi etika dan sebagainya.
Lambat laun semua itu akan memberikan aura positif dalam setiap sepak terjang anda di internet. Coba saja amati blogroll saya, siapa tau tiba-tiba link anda nempel disitu..
Tapi jika anda masih penasaran oleh pendapat saya, silahkan tambahkan pemikiran anda di kolom komentar. Bagaimana?
[url:http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/tukeran-link-sebenarnya-tidak-penting.html#more-1297]
Selasa, Maret 20, 2012
Kamis, Januari 12, 2012
Garis Lurus
Dalam matematika yang disebut garis lurus adalah garis terpendek yang bisa menghubungkan dua titik.
. ____________ .
Maka demikian pula halnya jalan yang lurus.. ia adalah satu-satunya jalan paling ringkas yang dapat mengantarkan kita kepada Alloh Azza Wajalla..
Sayangnya. Kebanyakan manusia kurang tertarik dengan garis yang lurus. Mereka lebih suka garis yg berlenggak lenggok. Katanya lebih indah dan lebih berseni. tentu saja indah dan seni dalam pandangan mereka sendiri.
Ibarat sedang melukis bersama-sama disuatu ruang lukis. Masing-masing kita sebenarnya sedang disuruh melukis garis seperti garis contoh yang ada didepan papan tulis. Sayangnya tidak semua orang itu bertabiat patuh. Cenderung manusia itu senang berkreatifitas dengan versinya sendiri-sendiri. Bahkan saking ndableknya, beberapa orang sibuk bereksperimen dengan garisnya sendiri dan menyangka sedang melukis garis paling indah melebihi garis yg terpampang di papan sana, sembari Berangan angan akan dipuji bila garis itu selesai dilukis nanti.
Ini sebab bermunculan berbagai versi garis-garis baru ala manusia. Entah darimana mereka mendapat ide untuk melukis garis garis sperti itu.. entahlah.
Menariknya ketika waktu melukis tlah usai tiap-tiap orang mengumpulkan lukisannya dan rupanya hanya lukisan garis lurus saja yang diterima.
Bertanyalah orang2 yg lukisannya ditolak. Mengapa? Mengapa hasil jerih payah kami ini sia-sia? Apakah kurang indah? Apakah kurang berseni?
Bertanyalah orang2 yg lukisannya ditolak. Mengapa? Mengapa hasil jerih payah kami ini sia-sia? Apakah kurang indah? Apakah kurang berseni?
Lalu kepada mereka dijawab; Dan tidaklah kalian diciptakan melainkan untuk patuh.. Dan garis didepan itu adalah garis yang kalian diperintahkan untuk mematuhinya, garis yg mengikuti itulah yg diterima sedangkan yg lain akan tertolak.. maka mengapa kalian membuat garis-garis berbentuk lain, bukankah itu sama saja menandingi garis didepan itu.
Kawan.. Rasululloh adalah garis contoh yg dimaksud. Beliau Garis paling lurus, paling hanif, paling indah dalam pandangan Alloh. Maka bila engkau ingin melihat garis yang Alloh banggakan kepada kita dalam Kitabnya, lihatlah kepada diri Rasululloh.
Demikianlah.. Alloh mencintai minhaj (jalan/garis) yang lurus. Sebagaimana tersirat dalam berbagai suratNya kepada kita.
Dan inilah jalan Tuhanmu yang LURUS. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran (Al An’am : 126)
dan bahwa (yang Kami perintahkan) adalah (inilah) jalanKu yang LURUS, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Alloh agar kamu bertakwa (Al An’am : 153)
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang LURUS (Al A’raf : 16)
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam agama yang LURUS. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang LURUS (Al Bayyinah : 5)
Jadi kawan.. tak perlu kita neko-neko. Cukup jalani garis kehidupan kita dengan berittiba pada diri Rasululloh Sallalloohu Alaihi Wasallam. Itulah garis kehidupan yg paling Alloh cintai.. Garis paling indah dalam pandangan Alloh Azza Wa Jalla.
Sabtu, Januari 07, 2012
Tips Meningkatkan Keberuntungan
Sekeping uang tergeletak di jalan. Donald Bebek melewati jalan itu. Dia TIDAK TAHU ada uang tergeletak di jalan dan kepingan uang itu dilewatinya begitu saja.
Berikutnya Si Untung Bebek melewati jalan yang sama. Tepat dua langkah sebelum uang tersebut dia tak sengaja MELIHAT ke bawah. “Nemu uang!” kata si Untung. Uang yang sama, di jalan yang sama, dengan kondisi yang relatif sama. Tapi dalam hal ini; si Untung lebih beruntung.
Inilah sepenggal cerita donal bebek. komik yang pernah saya baca ketika kecil dulu.
Orang dengan jenis si Untung ini mungkin memiliki kemampuan seperti halnya Panji -si pawang ular- yang sedikit lebih PEKA daripada orang lain dengan keberadaan seekor ular dan bisa mendeteksi dari jarak jauh. Namun saya juga yakin dia punya karakter yang menjadikannya beruntung (salah satunya adalah sikapnya yang optimis dan positif sehingga membuat segalanya tampak menguntungkan, dan jadilah keberuntungan betulan datang kepada dia).
Saya optimis bahwa kita bisa meningkatkan keberuntungan. Caranya adalah dengan membuat diri kita “LEBIH PEKA MELIHAT HAL POSITIF.” Dengan kepekaan itulah peluang berubah menjadi keberuntungan, bahkan sebuah kesulitan menjadi nampak kemudahannya. sekarang pertanyaannya; “bagaimana caranya agar menjadi lebih peka?”.
Pertama kita harus yakin bahwa kejadian yang tampak random itu sebenarnya bukanlah random (Alloh Maha Mengatur, gak ada kejadian diluar izin Alloh), sehingga kita yakin bahwa do’a menjadi penting untuk menarik ‘keberuntungan”.
Berikutnya hal yg bisa membuat lebih peka sehingga kita menjadi lebih beruntung adalah KEBERSIHAN.
Analoginya begini; suatu saat saya pulang brsama teman2 seusai pertandingan sepakbola. Badan berkeringat dan dekil tidak membuat hidung kami sensitif dgn bau tak sedap itu meski badan kami berdekatan satu sama lain. Lalu stelah sampai di tempat kost kami, saya mandi duluan, dan seusai mandi -saya pergi duduk di ruang TV bergabung kmbali dgn teman-teman yg masih asyik santai dan blum mandi. Lalu mereka saya dekati dan hum!! saya mencium bau tak sedap bdan mreka yg menyengat hidung pdahal tadi -sebelum saya mandi- bau tsb tidak tercium. Saya pikir aneh juga, kok tadi mreka gak sebau sekarang. Akhirnya saya sadar bhw bau lebih tercium bila saya dalam keadaan bersih. Kekurang peka-an hdung saya akibat tertutupi bau busuk diri sendiri, sehingga apa yang berbau busuk diskitar saya tidak lagi terlalu busuk di hidung, begitupun bau wangi juga menjadi kurang wangi. ooh gitu toh, rupanya bau yang pertama saya cium adalah bau saya sendiri maka kalo badan saya kotor tentu hdung saya sibuk dgn bau busuk sndiri dan kurang peka dgn bau skitar.
Nah! seperti itu pula keberuntungan. ia adalah peluang yg peluang itu kadang lewat begitu saja dari indera kita karena kita tak lagi cukup peka mendeteksi keberadaannya. So! Kalau ingin jadi seorang yang lebih peka, kita harus rajin membersihkan diri, hati, dan pikiran kita
Kesimpulannya; indera dan jiwa kita akan berfungsi lebih tajam trhadap kbruntungan bila kita bersih.

