LOG INHOME

Selasa, September 08, 2015

Tantangan Kebenaran


Terkadang menyampaikan sesuatu yang benar seringkali mendapat tantangan dan tak jarang justru dikucilkan
namun kebenaran sudah seharusnya tetap disampaikan apapun konsekuensinya 
disitulah perlunya KEBERANIAN

 Jika anda terlalu pemalu, peragu, pemikir, maka siap-siaplah kehidupan yang anda jalani hanyalah kehidupan yang "TIDAK GREGET"



jangan tertipu dengan banyaknya orang, sebab sesuatu yang benar tidak selalu populer dan sesuatu yang populer tidak selalu benar

Mengapa Hidup Melulu Soal Ego?

Jika semua orang bisa memberikan cinta untuk sesama maka dunia ini akan terasa damai dan lebih indah.

Sayang manusia seringkali lupa dengan hakikat cinta dan keanggunannya.
Manusia lebih memilih kekayaan dan Ambisi untuk dijadikan fokus sukses sekaligus tolak ukurnya yang akhirnya mengalahkan keagungan cinta.
Saat kekayaan menjadi dewa, kesuksesan menjadi keharusan, saat itulah ego dijadikan raja. Bahkan meskipun harus melipat sahabat atau keluarganya sendiri.

Senin, Juni 08, 2015

Pilih Waktu Yang Tepat

Banyak yang tidak memahami bahwa tersimpan rahasia besar dibalik waktu.
Bahkan disanalah tersembunyi rahasia Takdir dan rahasia Nasib

Sesunggunya kehidupan adalah sebuah paradoks waktu yang sulit dicerna akal apabila kosong dari ilmu. Tidaklah tanpa alasan terdapat dua hal sekaligus yang wajib diyakini manusia yakni Qadha dan Qadar.. karna pada kedua itulah terdapat rahasia keadilan Nasib dan Takdir, yang memahamkan engkau bahwa engkaulah sosok yang berdiri di tengah antara esok dan kemarin.
Bagaimana engkau esok di alam sempurna adalah bagaimana engkau di dunia fana ini..
Bagaimana engkau di dunia fana ini adalah bagaimana engkau di alam ruh yang tak dapat disebut kemarin.
Trilogi dipta cipta dan karsa terkumpul sekaligus dalam Qadha dan Qadarmu yang tercatat sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi tercipta, sedangkan engkaulah si sosok "satu yang tiga" sebenarnya, dan bukan Tuhanmu sosok trinitas itu.
*Hanya yang mengerti ilmu yang mengerti pula penjabaran mendalam ini.


Rabu, Juni 18, 2014

“Pendiri WhatsApp, Dari Remaja Miskin Kini Jadi Triliuner”

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di pinggiran kota Kiev,Ukraina, dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”, yakni impian hidup orang-orang Amerika.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Koum hampir tidak lulus dari sebuah SMA di Mission Viejo, California, lalu Koum kuliah di San Jose University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Pada tahun 1997, Jan Koum dipekerjakan oleh Google sebagai teknisi infrastruktur. Ia pun bertemu dan berteman akrab dengan Brian Acton saat bekerja di Ernst & Young. Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo, dan bekerja di sana selama 10 tahun.
Setelah resign dari Yahoo. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun ditolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Pada bulan Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari bahwa App Store yang saat itu berusia tujuh bulan akan menggebrak industri aplikasi dunia. Ia mengunjungi temannya, Alex Fishman, dan keduanya berdiskusi selama beberapa jam seputar ide aplikasi Koum di rumah Fishman. Pada hari ulang tahunnya tanggal 24 Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc. di California.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 224 triliun, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang. Pelan-pelan, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yang sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
Semoga Bermanfaat,
Salam Motivasi
___________________________________________
Sumber : http://inmotivasi.blogspot.com/2014/05/kisah-inspirasi-pendiri-whatsapp-dari-Remaja-Miskin-Kini-Jadi-Triliuner.html

Saat Aku Loncat Dari Atas Gedung




Bacalah sebuah ilustrasi berikut ini...

Hatiku remuk redam oleh semua masalah hidup yang kualami ini, semua begitu menghimpit jiwaku, hanya rasa putus asa yang tersisa. arghhh!!! ini sungguh menyakitkan. rasanya hidup ini sungguh tidak adil pada diriku.
lalu kuputuskan lari dari semua ini..
ya, dengan mengakhiri hidup.
lalu, waktu berjalan singkat,..
dan...
Saat aku meloncat dari atas gedung............
Kulihat di lantai 10, Ujang yang gagal jadi caleg sedang minum obat tidur.

Di lantai 9, Halim memergoki Istrinya sedang berduaan dengan sahabatnya.

Di lantai 8, sepasang suami istri yang selama ini kukira harmonis sedang bertengkar dan saling memaki.

Di lantai 7, Udin yang pengangguran sedang merokok dan depresi karna tak jua diterima kerja.

Dilantai 6, Maya seorang mahasiswi cantik sedang menangis karna hamil diluar nikah.

di lantai 5, Kulihat Robby yang biasanya kuat dan tabah sedang sakit keras terbaring di atas ranjang.

Di lantai 4, Tuan Wijaya yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya.

Di lantai 3, Kakek Ahdi sedang termenung mengharapkan anak-anaknya datang mengunjunginya.

Di lantai 2, Tante Yeni sedang memandangi foto suami dan anak-anaknya yang baru meninggal kecelakaan 6 hari lalu.

ooh..

tadi..
sebelum aku melompat dari gedung, kupikir akulah orang yang paling malang

Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekhawtirannya sendiri

Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk 

aku cuma diputus pacar

Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...

Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

"Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life "

"Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka"
(terinspirasi dari tulisan http://kembara-bumi.blogspot.com)
 
diharamkan menggandakan isi blog ini kecuali dengan izin admin. contact person : 08 1212 854 888 - pin BB : 599c0ed0